Tips Cara Melancarkan Asi Setelah Melahirkan

Dalam merawat anak pasti ada kendala yang dihadapi oleh ibu salah satunya adalah belum lancarnya asi sehingga perlu mencari cara melancarkan asi setelah melahirkan agar asupan asi pertama untu si bayi tidak terlambat. Karena memang ASI yang pertama keluar untu bayi ini mengandung beberapa zat yang bisa menambah daya tahan tubuh si bayi yang mana ASI pertama ini biasanya dinamakan dengan foremilk yang mana warnanya adalah bening dan lebih encer. Banyak orang yang berpikir jika asi ini kurang sehat padahal tidak, ASI ini tetap sehat dan tidak berbahaya. Sedangkan untuk ASI setelah masa 6 bulan setelah kelahiran bayi akan berwarna putih dan kental dimana ASI ini lah yang bernama handmilk dan yang mana ASI bisa memiliki beberapa warna tergantung makanan dan bahan yang dikonsumsi oleh si ibu.


Cara melancarkan ASI setelah si ibu melahirkan bisa dilakukan dengan beberapa cara yang diantaranya adalah konsisten dalam memberika asi kepada bayi anda, berikan asi 2-3 jam sekali dimana cara ini dapat mensetting otak kita untuk memproduksi asi pada waktu-waktu tersebut. Dan seiring dengan berjalannya waktu maka reproduksi asi akan meningkat. Hal ini juga bisa dibarengi dengan pengkonsumsian makanan sehat dan bergizi. Jangan batasi makan dan rutin melakukan olah raga. Jika perlu anda bisa mengkonsumsi daun katuk, bayam dan daun pepaya untuk memicu asi agar lebih lancar. Si ibu juga harus memperbanyak minum air putih dimana menurut penelitian si ibu dianjurkan meminum 13 gelas per hari atau sekitar 3 liter air.   

Hal juga yang perlu diperhatikan adalah perawatan untuk payudara ibu yang sedang menyusui dimana penting sekali melakukan pemijatan rutin yang berfungsi untuk melancarkan ASI. Hal ini bisa diawali dengan mengompres payudara dengan air hangat terlebih dahulu kemudian baru dilakukan pemijatan. Kemudian untuk posisi menyusui juga sangat penting dalam mempengaruhi kelancaran asi. Bahkan kontak kulit ibu dan kulit bayi bisa sangat berimbas juga sehingga sangat penting ika pada saat menyusui kondisi bayi tidak terlalu tertutup baju yang tebal atau telanjang. Hal ini uga berpengaruh pada psikologi anak suatu saat nanti.